Menurut dr.Ari Muhandari Ardhie, Sp.KK, dokter di klinik kulit dan kelamin RS Anak & Bunda Harapan Kita, Jakarta, penyakit alergi hanya mengenai anak yang punya bakat alergi (atopik). Bakat alergi diturunkan salah seorang atau kedua orangtuanya. "Sayangnya belum banyak orangtua yang paham anaknya memiliki bakat alergi," katanya.
Alergen atau pencetus alergi antara lain tungau debu rumah, binatang piaraan, debu, makanan laut, telur, serbuk bunga, susu sapi, serta kecoa. "Kotoran kecoa bisa menyebabkan asma," imbuhnya di sela acara Bunda Pintar Bunda Johnson yang diadakan Johnson & Johnson di sebuah mal di Jakarta akhir pekan lalu.
Alergi selama ini sering dikenali dari reaksi berupa ruam atau merah-merah di kulit, padahal, menurut dr.Ari ada tanda-tanda lain yang mudah untuk dikenali. Tanda-tanda tersebut muncul tergantung pada bagian tubuh yang bereaksi terhadap alergen.
Tanda-tanda lainnya adalah eksim atau iritasi di kulit. "Biasanya orang yang sering biduran, kaligata, luka gigitan nyamuk bekas hilang atau awam menyebutnya darah manis, serta lingkaran hitam di sekitar mata juga menjadi tanda seseorang berbakat alergi," katanya.
Untuk mencegah alergi, yang harus dilakukan adalah mengenali hal-hal yang memicu reaksi alergi lalu menghindarinya. Pada bayi, pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan juga disarankan untuk menghindari alergi serta meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
Post a Comment Blogger Facebook
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.