Apakah ITP itu?
ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. 'Idiopathic'berarti 'tidak diketahui penyebabnya'.'Thrombocytopenic' berarti 'darah yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). 'Purpura' berartiseseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari 'Immune Thrombocytopenic Purpura'.

Dalam tubuh seseorang yang menderita ITP, sel-sel darahnya kecuali sel darah merah berada dalam jumlah yang normal. Sel darah merah (Platelets) adalah sel-sel sangat kecil yang menutupi area tubuh paska luka atau akibat teriris/terpotong dan kemudian membentuk bekuan darah. Seseorang dengan sel darah merah yang terlalu sedikit dalam tubuhnya akan sangat mudah mengalamiluka memar dan bahkan mengalami perdarahan dalam periode cukup lama setelah mengalami trauma luka. Kadang bintik-bintik kecil merah (disebut Petechiae) muncul pula pada permukaan kulitnya. Jika jumlah sel darah merah ini sangat rendah, penderita ITP bisa juga mengalami mimisan yang sukar berhenti, atau mengalami perdarahan dalam organ ususnya.


Apakah penyebab ITP?

Penyebab ITP ini tidak diketahui. Seseorang yang menderita ITP, dalam tubuhnya membentuk antibodi yang mampu menghancurkan sel-sel darah merahnya. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi untuk penderita ITP, antibodinya bahkan menyerang sel-sel darah merah tubuhnya sendiri.


Siapa yg bisa mengidap ITP?
Ada 2 tipe ITP. Tipe pertama umumnya menyerang kalangan anak-anak, sedangkan tipe lainnya menyerang orang dewasa. Anak-anak berusia 2 hingga 4 tahun yang umumnya menderita penyakit ini. Sedangkan ITP untuk orang dewasa, sebagian besar dialami oleh wanita muda, tapi dapat pula terjadi pada siapa saja. ITP bukanlah penyakit keturunan.

Bagaimana ITP mempengaruhi anak2?
ITP yang dialami anak-anak berbeda dengan yang dialami oleh orang dewasa. Sebagian besar anak yang menderita ITP memiliki jumlah sel darah merah yang sangat rendah dalam tubuhnya, yang menyebabkan terjadinya perdarahan tiba-tiba. Gejala-gejala yang umumnya muncul di antaranya luka memar dan bintik-bintik kecil berwarna merah di permukaan kulitnya. Selain itu juga mimisan dan gusi berdarah.

Bagaimana ITP didiagnosa?
Dokter Anda dapat mendiagnosa penyakit ITP ini dengan melalui beberapa pertanyaan yang diajukan kepada penderita (atau keluarga) penderita serta melalui pemeriksaan fisik. Beliau juga akan menganalisa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah penderita.


Bagaimanakah penanganan ITP pada anak2?
Karena sebagian besar anak penderita ITP dapat pulih tanpa penanganan medis, banyak dokter yang merekomendasikan untuk melakukan observasi ketat dan sangat hati-hati terhadap penderita serta penanganan terhadap gejala-gejala perdarahannya. Penderita tidak perlu dirawat di Rumah Sakit jika penanganan dan perawatan intensif dan baik ini tersedia di rumah. Akan tetapi, beberapa dokter merekomendasikan penanganan medis singkat dengan pengobatan oral _Prednisone_ atau pemasangan infus (masuk ke urat darah halus) berisikan zat gamma globulin untuk meningkatkan jumlah sel darah merah penderita dengan cepat. Kedua jenis obat ini memiliki beberapa efek samping.

Bagaimanakah ITP berpengaruh pada orang dewasa?
Penyakit ITP untuk penderita orang dewasa dapat berlangsung lebih lama dibandingkan yang dialami anak-anak. Pada saat dilakukan diagnosa, sebagian besar penderita dewasa ITP umumnya telah mengalami adanya perdarahan yang terus meningkat dan mudah sekali mengalami luka memar dalam kurun waktu 
beberapa minggu,atau bahkan bulan. Untuk pasien wanita, meningkatnya aliran darah menstruasi juga merupakan tanda-tanda utama.

Banyak orang dewasa yang mengalami thrombocytopenia (jumlah sel darah merah dalam darah relatif sedikit) yang tidak terlalu parah. Pada kenyataannya,sebagian kecil orang bahkan tidak mengalami gejala-gejala perdarahan. Kalangan ini umumnya didiagnosa ITP saat melakukan tes pemeriksaan darah untuk suatu keperluan, dan ternyata salah satu hasilnya menunjukkan jumlah sel darah merah yang sedikit.

Penanganan ITP pada orang dewasa?
Penanganan medis terhadap penyakit ITP yang diderita orang dewasa lebih ditujukan untuk meningkatkan jumlah sel darah merahnya. Ini tidak sama dengan menyembuhkan penyakit ITP-nya. Penderita ITP mungkin diharuskan untuk mengkonsumsi obat Prednisone selama beberapa minggu, atau bahkan lebih lama. Akan tetapi, saat pengobatan oral ini dihentikan, jumlah sel darah merah dalam tubuh penderita mungkin saja akan rendah kembali.

Jika pengobatan _Prednisone _ tidak juga banyak membantu, organ limpa penderita mungkin akan dikeluarkan melalui tindakan operasi. Organ ini yang memproduksi sebagian besar antibodi yang selama ini menghancurkan sel-sel darah merah dalam tubuhnya sendiri. Organ ini juga berfungsi untuk menghancurkan sel-sel darah yang tua atau rusak. Di lain pihak, bagi orang dewasa yang sehat, tindakan operasi pengeluaran organ limpa bukanlah kategori tindakan medis yang serius.

Bagaimana dg ITP pada ibu hamil ?
Diagnosa ITP selama kehamilan cukup sulit dilakukan, karena jumlah sel-sel darah merah pada wanita hamil memang cukup rendah. Sekitar 5% wanita hamil memiliki jumlah sel darah merah yang normalnya juga cukup rendah di masa kehamilan tuanya. Penyebabnya juga tidak diketahui. Tetapi kondisi ini akan kembali normal sesaat setelah proses bersalin dilakukan.

Bayi yang lahir dari seorang ibu yang menderita ITP kemungkinan juga memiliki jumlah sel darah merah yang rendah dalam tubuhnya. Kodisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah ia dilahirkan. Setelah lahir, bayi umumnya tetap dirawat di rumah sakit untuk keperluan observasi beberapa hari. Sampai diperoleh kepastian bahwa tidak ada masalah, bayi boleh dibawa pulang ke rumah.




Sumber:American Academy of Family Physicians (review/updated: 05/06)

Post a Comment Blogger

  1. jangan asal bikin artikel kesehatan tanpa dasar dan sumber yang jelas dan benar serta trerjamin kebenarannya...

    trombosit/ platelet adalah suatu sel pecahan dari megakariosit. bukan eritrosit. trombosit ukurannya jauh lebih kecil daripada eritrosit (sel darah merah)

    ReplyDelete
  2. Wah terimakasih koreksinya.....

    ReplyDelete
  3. trombosit bukan sel darah merah. tapi keping darah. jangan bikin orang awam jadi salah pengertian dong. apalagi inikan web-nya IDAI. jangan mempermalukan gelar.

    ReplyDelete
  4. pak anonymous... bisa memberikan opsi keterangan lain tentang ITP ini... teman saya sedang sakit karena masalah ini...

    nuwun

    ReplyDelete
  5. anak saya (4 bulan) ada gejala bintik2 merah. dokter mencurigai ada penurunan trombosit. hasil lab baru bisa diambil tar jam 5.
    seandainya benar anak saya trombositnya rendah,apa yang bisa saya lakukan?
    please help me.....

    ReplyDelete
  6. Saya punya anak usia 5 tahun penderita ITP. Mohon info yang lebih lengkap ttg ITP. Atau barangkali ada info semacam perkumpulan untuk penderita ITP, supaya kita bs sharing.

    ReplyDelete
  7. saya pernah menderita ITP dec 2008, saya berobat pada Dr. Ronal Hukom. dan puji Tuhan sejak Feb 2009 saya sudah tidak ketergantungan obat untuk ITP, dan sudah bisa beraktifitas normal.
    Ibu ibu yang anaknya terserang ITP mungkin bisa mencari DR. Ronal di Dharmais or St. Carolus.
    memang agak mengantri karena pasiennya cukup banyak, tetapi demi kesembuhan semua orang pasti rela menunggu.
    Yang pasti fikiran dan fisik juga sangat berpengaruh, jangan stess ataupun cape.
    Tuhan berkati :)

    ReplyDelete
  8. Mohon informasi mengenai efek samping dari pemberian Prednisone secara terus menerus. Anak saya (umur 18 bulan) sudah menjalani terapi prednisone selama 9 bulan.

    ReplyDelete
  9. Saat ini anak saya sedang dirawat di rumah sakit advent Bandung, kata Dr, Harry Raspati A yang merawatnya katanya penyakit ITP. awal dirawat kadar trombosit hanya 6000, selain diobati dengan medis saya juga berikan dia MELIA PROPOLIS, dan saya analisa dua hari setelah diberikan propolos trombositnya lgs menjadi 38.000
    saya yakin selain obat dari dr, propolis juga membantunya. (saya bukan promosi)
    SAYA MAU NANYA APAKAH ANAK SAYA WAJIB DIRAWAT SAMPAI TOMBOSITNYA MENCAPAI 150.000? mahal loh biaya rumah sakitnya.....
    mohon penjelasan

    ReplyDelete
  10. Yani
    Sabang_Aceh

    Adik saya juga menderita penyakit dengan ciri2 seperti ITP ini. Selama ini saya mencari tahu tentang hemophilia saja, bingung karena kita memang tidak ada keturunan hemophilia. Tadi malam saya menonton acara kick andy dan baru tahu soal ITP ini... dari ciri2nya saya yakin adik saya sejak umur 8 thn mengidap penyakit ini (sekarang 18 thun).
    Adik saya sudah 2 kali blooding (mengeluarkan darah terus menerus dari hidung). Saat blooding tak banyak yang dilakukan oleh tim dokter kota sabang. hanya menunggu hingga blooding berhenti sendiri. blooding baru berhenti setelah darah keluar sampai lebih kurang 1 ember.
    Pertanyaan saya :
    1. apakah penyakit ini dapat menjadi penyakit keturunan seperti hemophilia ??
    2. solusi yang tepat untuk dapat memberi kemudahan pada adik saya, terutama saat blooding dan pencegahan terjadinya blooding itu???
    3. dalam Islam, anak laki2 harus di khitan (sunat). tapi sudah sampai ke Medan, dokter juga angkat tangan. Tidak berani. Mohon solusinya agar adik saya dapat dikhitan ????
    4. jenis obat apa yg dapat di konsumsi untuk kesembuhan adik saya??
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  11. ada yang mo saya tanyakan..saya mengalami bintik2 merah di kulit, khusunya d tangan. dan itu sudah saya alami cukup lama, terkadang saya suka mengalami pendarahan di gusi.....hal itu sudah pernah saya tanyakan ke dokter, cuma dokter nya menyarankan saya untuk melakukan pemeriksaan untuk faktor 8 dan 9,(belum saya lakukan).nah yang saya tanyakan, apakah saya ini termasuk penderita ITP? moon penjelasannya....

    ReplyDelete
  12. iya dong.. saya yang anak smp saja tau kalo trombosit itu bukan sel darah merah.yang sel darah merah itu, eritrosit. anak SD saja tau. heu heu heu.peace

    ReplyDelete
  13. tolong bener2 dibedakan antara eritrosit, trombosit dan platelet..
    semuanya itu GA SAMA !
    ini kan websitenya IDAI (Ikatan dokter anak indonesia, utk seorang dokter saya anda sangat paham tentang hal itu.
    masa ikatan dokter anak ngeluarin statement yg ga jelas kyk gini..
    itu semakin membodohkan bangsa !!!
    ITP itu kan sistem imunnya menghancurkan platelet, bkn sel darah merah, pada ITP jumlah sel darah merah atwpun sel darah putih semuanyA normal, yg tidak normal hanyalah Thrombosit sama Platelets Count aja..

    ReplyDelete
  14. saya Denny Santoso
    kebetulan saya seorang health consultant
    saya menemukan kasus ITP juga
    pertanyaannya apakah bisa menggunakan Chlorophyll, kino, omegasqua, spirulina dan propulis?

    ReplyDelete
  15. Salam buat semua...
    mau ikut berbagi dengan saudara2 semua..
    sekitar akhir tahun 2000, saya dengan segala keterbatasan tentang jenis penyakit, betapa terkejut dan shocknya ketika dokter mendiagnosa saya menderita ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura )
    penyakit yg namanya saja baru saya dengar, seakan akan adalah penyakit berat bagi saya....
    sejak saat itu resmilah saya sebagai penderita ITP...
    Berbagai usaha dilakukan keluarga untuk menyembuhkan penyakit yang saya derita...,akhirnya atas dasar saran dari kolega orang tua...,saya akhirnya berobat ke Dr.xxxxxxx,saya diberikan obat hydrocortison....
    dengan harapan besar untuk sembuh...,beberapa hari obat yg diberikan dokter saya habiskan semua, namun berefek pembengkakan pada wajah....,dan timbul seperti ketombe pada kepala...,saya yg baru saja duduk di bangku kelas 3 SMU dan cewek pula merasa minder dan malu untuk pergi sekolah....,hal ini berlangsung hampir 2 minggu.....
    namun karena dapat ilham atau ide apa dan darimana...,saya memutuskan untuk mengkonsumsi jambu klutuk ( guava ) hampir 1 bulan dan menghentikan konsumsi obat dari dokter yang membuat saya minder unuk pergi sekolah...
    hampir 2 bulan tidak pernah keluar rumah dan bersekolah...
    akhirnya sembuh...,dengan sendirinya...,apakah krn jambu klutuk atau apa...,tapi sampai sekarang tidak kambuh lagi..
    sekian berbagi pengalaman dari saya,dan terima kasih.

    ReplyDelete
  16. Wah setau yang saya baca di pelayanan kesehatan anak terbitan IDAI tahun 2004 tuh ITP bukanya Idiopatik melainkan Immun thrombocytopenic purpura...
    jadi mana yang bener...?????

    ReplyDelete
  17. minta tolong donk info yg akurat ttg penyakit yg satu ini...
    coz..saya termasuk salah satu penderitanya...
    saya ga mau selalu ketergantungan ma yg namanya prednison or sejenisnya...
    please...

    tnx b4..
    GBU all...

    ReplyDelete
  18. tante saya baru saja meninggal kmrn, 10 okt 09.. karena menderita ITP.. limpa sudah diambil tp ternyata tidak cukup membantu..
    berbagai tindakan sudah diupayakan baik di dalam negri / di luar negri tp mungkin Tuhan menghendaki lain.

    semoga semakin banyak orang yg melakukan penelitian dan menemukan sumbernya serta obat paling mujarab untuk mengatasinya supaya banyak orang yg bisa tertolong.. :P

    selamat jalan tante..
    Trimaksih TUhan sudah angkat rasa sakitnya..

    ReplyDelete
  19. umur saya 25 tahun, saya dulu menderita itp pd tahun 2005. Pertama kali saya masuk Carolus saya terkena demam berdarah, setelah 8 hari dirawat, saya biasa kontrol rawat jalan, setelah cek darah, saya kena ITP, lalu saya disarankan utk menemui dr Ronald. Saya mengkonsumsi obat medixon cukup lama, kira2 2 tahun, dan 2 kali saya keluar masuk rumah sakit carolus, terakhir saya masuk karena trombosit saya hanya 2000 (dengan bantuan medixon 4 kali sehari dengan dosis 16 mg kalau tidak salah). saya akhirnya lepas saja dan beralih ke salah satu murid rm loogman dengan pengobatan alternatif karena jamu /herbal saya rasa lebih cocok dengan kondisi saya karena tidak ada efek samping seperti medixon dan lainnya. sekarang trombosit saya antara 150 rb sampai dengan 200 ribu.
    Bagi yang berminat untuk mencobai alternatif ini, bisa menghubungi dr theresia dyah pratiwi, no telp : 70470942
    all the wishes :)

    ReplyDelete
  20. Sept 2008 lalu adik saya sakit batuk mengeluarkan darah. Hasil test darah dan rontgen menunjukkan adik saya terkena infeksi baru dan trombosit rendah.. Awalnya dokter mengira ini DBD, tp adik saya tidak demam. 2 minggu dirawat di RS trombosit perlahan2 naik sendiri jumlahnya dan sudah tidak ada pendarahan lagi. Krn tidak ada kepastian dari dokter mengenai penyakitnya, akhirnya adik saya boleh pulang.

    tanggal 9 peb lalu, adik saya kembali batuk mengeluarkan darah dari mulut dan dari hidung. Hasil rontgen menunjukkan adik saya terkena infeksi paru dan dugaan sinusitis, test darah semua normal hanya jumlah trombosit yang rendah 43000 (Normalnya 150rb-450rb).

    Dirawat,hari berikutnya trombositnya menurun jadi 31rb. smpai hari ini trombosit berjumlah 61rb, tidak stabil (naik turun). Dokter memprediksi adik saya terkena ITP (tp tidak ada lebam2), mengacu ke pendarahan dari mulut dan hidung..
    Hari ini dokter ahli penyakit dalam yg merawat adik saya meminta untuk konsultasi terhadap ahli darah (hematologi), apakah ada kelainan darah atau tidak..

    Mohon informasi dari teman2 yg mengetahui tentang ITP, apakah ada obat yg mampu menaikkan jumlah trombosit? Apakah penderita ITP bisa disembuhkan? Jumlah trombosit apa bisa menjadi normal kembali? Pola hidup yg bagaimana yg harus dijalani adik saya supaya tidak kambuh?

    terimakasih. Mohon responnya..

    ReplyDelete
  21. Ingin berbagi pengalaman..Januari 2009 anak saya terkena ITP saat itu usianya baru 3 bln. Masuk ICU krn trombosit hanya 6000, dokter memberikan infus obat sebanyak 6 botol selama 3 hari (1 botol 50cc)harus kontinue tdk boleh putus. Alhamdulillah sampai sekarang sehat. Nama Obatnya kalo gak salah Gamarass buatan Pharos or Pavros saya lupa (sori ya) Saat itu harganya sangat mahal (1 botol = Rp 3.500.000)mungkin sekarang harganya sudah terjangkau. Kata dokter bila terkena ITP masih usia dini memang bisa sembuh total namun bila terkena saat usia dewasa agak lama sembuhnya. Yang penting semangat untuk sembuh jangan kendor.

    ReplyDelete
  22. halo, saya Daisy dari mando.
    anak saya diketahui punya ITP ketika berumur 11bln 2minggu.
    sekarang berumur 5tahun 5bulan. sewaktu dirawat anak saya di kasih obat prednison.
    sampai saat ini kalo dia sakit saya bawa ke dokter dan selalu menginformasikan tentang riwayat ITPnya itu.
    masalahnya sekarang saya ingin tahu,

    apakah ITP anak saya ada hubungannya dengan BAB yg keras dan kadang2 berdarah?
    karena saya sudah berusaha menjaga pola makan anak supaya sehat dan berserat tinggi.


    apakah anak saya harus di observasi lagi? untuk mengetahui kalo ITP nya masih ada atau tidak? karena ada satu dokter yg mengatakan bahwa IPT bisa hilang...


    mohan bantuannya.saya sangat membutuhkan informasi.


    terima kasih.

    ReplyDelete
  23. MW ( mahasiswa kedokteran)10:16 PM, May 06, 2010

    Entah siapa yang tulis bahwa trombosit dan platelet itu berbeda..tapi itu tidak benar.
    Paerlu diketahui bahwa komponen darah kita adalah:
    1.Eritrosit(sel darah merah)
    2.Leukosit(sel darah putih)
    3.Trombosit(platelet/keping darah)

    ITP(Immune Trombositopenia) sama saja dengan Idiopathic Trombositipenia Purpura.

    Dulu dipanggil idiopathic karena belum diketahui penyebabnya.Namun sekarang sudah diketahui bahwa penyebabnya adalah autoimun yang menyerang platelet(trombosit).Akibatnya jumlah trombosit menjadi rendah dan mudah terjadi pendarahan.


    Untuk menjawab pertanyaan mengapa dia disuruh memeriksa faktor VIII dan IX adalah apakah dia mengidap hemofilia A atau B.
    ITP berbeda dengan hemofilia.Dimana pada hemofilia jumlah trombosit normal.Namun karena kekurangan faktor VIII (hemofilia A) atau faktor IX (hemofilia B) maka penderita hemofilia juga memperlihatkan gejala klinis yang hampir sama dengan ITP.
    Tapi dengan hasil pemeriksaan lab tentu keduanya dapat dibedakan.


    Pesan untuk IDAI,saya tidak yakin bahwa yang mempost ini adalah seorang dokter anak.
    Apalagi ikatan dokter anak Indonesia.
    Sebab tidak mungkin seorang dokter anak tidak tahu ITP.Dari nama saja sudah trombositopenia ,jelas-jelas artinya kekurangan trombosit.Sebodoh-bodohnya seorang dokter tidak mungkin tidak tahu trombosit berbeda dengan eritrosit.

    Mohon agar orang-orang yang tidak tahu-menahu tentang kesehatan jangan mempost artikel omong kosong seperti ini.


    nb:bagi yang merasa dirinya memiliki gejala ITP seperti purpura(merah di kulit),mudah perdarahan (bleeding), mudah mimisan, pendarahan gusi, memar (hematom ) di kulit tanpa ada benturan, perpanjangan waktu menstruasi,dan luka yang sangat lama sembuh untuk segera memeriksakan ke dokter patologi klinik atau dokter anak jika penderitanya masih anak-anak.

    Terima Kasih.


    Ttd,
    Mahasiswa Fakultas Kedokteran USU(Universitas Sumatera Utara) Stambuk 2009

    ~MW~

    ReplyDelete
  24. Saya mau tanya nih,adik saya adalah penderita ITP ,dan dia terkena penyakit ini sudah sekitar 4bln an,sekarang ini adik saya harus memakan obat medixon setiap hari nya dan sudah 4 bln an dia harus mengkomsumsi medixon,tp tetap saja tidak ada hasil nya,trombositnya tetap naik turun dan yg ada efek sampingnya muka adik saya menjadi bulat dan badan nya bintik2 semua dan kulitnya seperti pecah2 seperti serulit.saya benar2 pusing ,dan sudah tdk tahu apa harus di bawa k rumah sakit mana lg,saya benar2 butuh info dr kalian tentang penyakit ITP dan saya butuh refrensi dokter spesialis yg manangani penyakit ITP ini...tolong info nya ya...thanx

    ReplyDelete
  25. sharing ssama
    4 thn yg lalu ank sy afgan saat itu umur 3bln dan didiagnosa ITp oleh dr hari respati dr rs hasan sadikin bandung, saat itu anak sy ditransfusi PRC 2kantong dan konsumsi sangobion drop serta sanbe plex, skitar 3 bln kmudian trombosit ank sy turun lg dan dianjurkan therapy metil prednisolon dan konsumsi tinggi vit c, insyaallah smpai saat ini pnyakit ank sy tdk kmbuh lg,sy berusaha mnjaga kesehatan anak sy dgn mmberikan dia konsumsi buah tinggi vit dan anti oksidan tinggi

    ReplyDelete
  26. Saya mahasiswi usia 21 tahun.
    Saat ini saya sudah masuk rumah sakit 2 kali dalam kurun wktu sebulan, diagnosa pertama saya kena db krn trombosit menurun, trombosit sudah naik terus boleh pulang.
    Selang bbrapa hr saya masuk rumah sakit lg dengan diagnosa tifoid.
    Trombosit waktu awal pemeriksaan sbanyak 215 , skr turun lagi terakhir mnjadi 161.
    Kondisi dlm 1 bulan terakhir saya mentruasi sebulan bisa 2 kali dan banyak, biasanya malah jarang kadang 2 bulan sekali.
    Yang ingin saya tanyakan adalah apa itu gejala dari ITP atau hanya bawaan dr DB dan tifoidnya?
    Mohon sekali bisa memberi informasi. Terimakasih..

    ReplyDelete
  27. 14 tahun yang lalu tepatnya th 1998, sy d vonis menderita ITP sampai sekarang umur sy 27 th blm juga sembuha,sudah pernah mengkonsumsi obat herbal tahitian noni tp tdk ad perubahan,skrg sy hanya mengkonsumsi obat dari dokter methyl prednisolone, dokter malah menyarankan saya untuk cek up ulang,karena d takutkan ada indikasi penyakit lain, semoga tidak ada gejala penyakit lain, karena saya sudah stres dengan penyakit saya in yang tak kunjung sembuh, ya Raab sembuhkan hamba

    ReplyDelete
  28. ass.saya ipung dari lampung.
    saya juga penderita ITP tapi diagnosis Dr. Dari RS.Darmais anemia a plasti tapi gejala na seperti ITP.saya alami ini dari umur 5-27 tahun hingga sekarang sudah berkeluarga.

    pertama memang seperti gusi berdarah,pendarahan dalam kulit atau lebam kebiruan,juga datang bula hingga 15 hari lama nya.sampai tranfusi darah 3blan sekali sekali dan mengkonsumsi medixon atau juga predmison.

    tapi diaknosis Dr. kalau saya kena anemia a plasti jika di liat gejala nya condong ke ITP....
    apa perlu cek ulang dri sum-sum tulang belakang karna saya sudah 2x BMP di dada dan di punggung...
    tolong beri solusi ya

    ReplyDelete
  29. kami mohon bantuan Doa-nya anak kami Cicilia Regina Caeli Septa Tresyana kemaren tgl 25/01/2013 jam 3 sore telah meninggal dunia disinyalir salah satu penyebabnya dikarenakan ITP (analisa dokter terjadi infeksi darah dan terjadi penggumpalan darah) dikarenakan pada usia 3 th pernah positip menderita ITP... mks sblnya

    ReplyDelete

 
Top